Skip to main content

Mengapa merokok tidak dilarang menyebar di Indonesia jika itu membahayakan kesihatan?

Manfaat rokok.xyz - Rokok bukanlah risiko bagi kesihatan jika hanya dipamerkan atau dipamerkan, tetapi rokok mempunyai risiko membakar pisau kerana pencemaran asap. Lebih-lebih lagi, membakar dan menghirup sangat berisiko untuk kesihatan perokok aktif atau pasif kerana nikotin dalam tembakau dan merokok dan juga dapat membuat pengguna ketagih.

Kerajaan tidak melarangnya, kerana cukai eksais rokok sangat membantu meningkatkan pendapatan negara untuk pembangunan kesejahteraan rakyat. Juga jika dilarang oleh petani tembakau dan pekerja kilang rokok, semua jutaan orang yang hidup dari proses mendapatkan rokok dari petani, kilang, orang perdagangan akan kehabisan mata pencarian mereka.

Makanan atau bahan yang berisiko untuk kesihatan seperti formalin, dapat disita atau ditarik keluar dari pasaran. Lebih-lebih lagi, pembuatnya juga ditangkap oleh polis karena menjadi Agen Sbobet online.

Tetapi mengapa rokok yang jelas merupakan risiko kesihatan tidak mendapat rawatan yang sama? Itulah masalah …

Simplifikasi Tarif Cukai Ancam Keberlangsungan Produksi SKT Pabrikan Kecil oleh - manfaatrokok.xyz

Halo sahabat selamat datang di website manfaatrokok.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Simplifikasi Tarif Cukai Ancam Keberlangsungan Produksi SKT Pabrikan Kecil oleh - manfaatrokok.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Penyederhanaan struktur tarif cukai hasil tembakau atau yang dikenal dengan simplifikasi ditetapkan oleh Kementerian Keuangan sebagai salah satu bagian strategi Reformasi Fiskal untuk pemungutan tahun 2021 lewat PM Nomor 77/PMK.01/2020.

Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) menolak adanya simplifikasi yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Ketua KNPK Azami Mohammad menjelaskan alasan penolakan terhadap simplifikasi tersebut dikarenakan akan memberikan 3 dampak terhadap nasib Industri Hasil Tembakau.

“Pertama, membentuk pasar oligopolistik. Maksudnya, pabrikan kecil tidak sanggup bertahan karena head to head langsung dengan pabrikan besar yang secara modal dan sumber daya lebih diuntungkan,” jelasnya, Selasa (14/7). 

Azami mengungkapkan selama ini pemerintah tidak terbuka soal layer mana yang akan dipangkas maupun digabung. Secara logika, lanjut Azami, jikalau layer disederhanakan menjadi 3-5 layer pasti akan ada pengurangan golongan. Dampaknya, layer menengah-kecil terpaksa masuk ke layer golongan yang ada. 

“Ketika pabrikan kecil masuk ke dalam struktur tarif cukai, maka langsung head to head sama yang besar,” kata Azami. 

Dampak kedua, menurut Azami, simplifikasi akan mengancam eksistensi kretek sebagai produk khas hasil tembakau Indonesia. Hal ini  mempertimbangkan tarif cukai kretek dan putihan akan digabung.

Azami memberikan dua prediksi skema penggabungannya. Pertama, bisa jadi Sigaret Putih Mesin (SPM) diturunkan levelnya disesuaikan dengan Sigaret Kretek Mesin (SKM). Kedua, SKM dinaikkan levelnya sesuai SPM. Kedua skema ini dinilai Azami sangat merugikan industri kretek karena tidak ada penahan (barier) untuk bersaing langsung dengan produsen putihan yang didominasi oleh perusahaan rokok multinasional.

Dampak ketiga yakni mengancam ketenagakerjaan. Azami memaparkan pabrikan kecil akan tumbang karena tidak sanggup bertahan. Sementara pabrikan kecil ini merupakan industri padat karya karena rata-rata memproduksi Sigaret Kretek Tangan (SKT) yang menyerap banyak tenaga kerja.

Azami bilang ada proyeksi penurunan produksi SKT karena pabrik kecil tidak mampu bertahan. 

“Saat ini tren produksi dan konsumsi SKT sedang mengalami penurunan. Produksi SKT sendiri sejak periode 2011 sampai 2017 terus menurun sebesar 5,5% per tahun,” papar Azami. 

Adapun jumlah pabrikan sekarang tinggal 487 yang didominasi 98% pabrikan menengah-kecil. Azami menegaskan jika simplifikasi diterapkan, setiap tahunnya akan terjadi pengurangan 25%-30% jumlah pabrikan menengah-kecil di Indonesia.

“KNPK dengan tegas menolak adanya simplifikasi, karena struktur tarif cukai yang ada saat ini yakni 10 layer sudah cukup untuk menaungi diversifikasi produk hasil tembakau di Indonesia,” ujar Azami.

Itulah tadi informasi mengenai Simplifikasi Tarif Cukai Ancam Keberlangsungan Produksi SKT Pabrikan Kecil oleh - manfaatrokok.xyz dan sekianlah artikel dari kami manfaatrokok.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Comments

Popular posts from this blog

XPLORE CACAO, SKM FULL FLAVOR PERTAMA DI INDONESIA DENGAN CACAO (30%) CIGARETTE PAPER DARI KT&G

Selamat malam,
Sudah sekitar hampir satu bulan saya tidak menulis pada blog tercinta kali ini. Banyak waktu yang sudah terlewatkan sejauh ini, namun saya berusaha mengejar ketertinggalan itu dengan sebaik mungkin. Meskipun memang Dunia saat ini sedang mengalami pandemik COVID-19, hal ini tentunya tidak membuat admin menyerah dalam menjalani hidup. Salah satu hal yang bisa dilakukan ialah menulis, dan ini merupakan hobi yang cukup menyenangkan.
Review kali ini ialah rokok yang sejatinya baru saja diluncurkan sekitar awal Juni ini. Peluncuran rokok ini dilakukan sekitar tanggal 2 Juni 2020, di saat pandemik COVID-19 masih mewabah. Saya agak heran secara pribadi ketika KT&G Indonesia pada akhirnya bisa meluncurkan terobosan terkini pada kategori yang minim inovasi ini, mengingat banyak pabrik rokok menunda sementara peluncuran produk terbarunya. 
Rokok ini kita namakan sebagai Xplore Cacao, mengingat kemungkinan besar masih banyak varian Xplore yang akan diluncurkan kembali oleh KT&…

Prof. Dr. Sutiman Bicara Tembakau, Sebagai Obat atau Racun? oleh - manfaatrokok.xyz

Halo sahabat selamat datang di website manfaatrokok.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Prof. Dr. Sutiman Bicara Tembakau, Sebagai Obat atau Racun? oleh - manfaatrokok.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membacaSelama ini banyak perdebatan yang terjadi tentang daun tembakau apakah racun atau obat. Pada kesempatan kali ini coba dihadirkan pendapat Prof. Dr. Sutiman B. Sumitro, Guru Besar Biologi Sel Universitas Brawijaya Malang. Menurutnya, obat dan racun adalah dua sisi mata uang. Punya arah beda bahkan berlawanan namun sejalan. Setiap obat sesungguhnya memiliki sifat racun. Setiap racun memiliki potensi sebagai obat.
“Dengan demikian pendaya-manfaatan bahan obat dan racun tergantung kecukupan pengetahuan kemanusiaannya”.
Sains yang dikembangkan dengan cara bernalar dan kebenaran dibuktikan melalui fakta berupa data hasil pengamatan empiris dan bersifat inderawi. Kegiatan memahami obyek alam meliputi pengenal…

Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa oleh - manfaatrokok.xyz

Halo sahabat selamat datang di website manfaatrokok.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa oleh - manfaatrokok.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membacaBanyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah “Djampi”. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata “jamuan” itu asal kata dasar dari “jamu”. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada …