Skip to main content

Rokok Tuton dan Arti Kesederhanaan oleh - manfaatrokok.xyz

Halo sahabat selamat datang di website manfaatrokok.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Rokok Tuton dan Arti Kesederhanaan, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membacaMenikmati kretek juga berarti merayakan sebuah kesederhanaan. Tak perlu melulu menikmati sebungkus kretek dengan harga yang mahal, terkadang kita juga perlu merasakan produk dengan harga sebaliknya. Salah satunya adalah rokok tuton, produk yang banyak orang bilang memiliki kemiripan rasa dengan Djarum Super.Rokok Tuton sederhana di segala lini. Dari bungkusnya saja sudah tidak muluk-muluk. Tidak ada eksperimen warna dan gradasi yang aneh-aneh. Cukup dengan warna merah,hitam, dan tulisan berwarna emas. Dengan itu saja rokok ini sudah terlihat gagah.Ada istilah lama menyebutkan bahwa untuk menginginkan sesuatu maka kita harus mengukur baju kita sendiri. Begitu pula dengan Rokok Tuton ini. Menyasar penikmat rokok dengan harga menengah ke bawah, rok…

Soal Simplifikasi Cukai Rokok, Kemenkeu Pro Industri Sendiri atau Asing? oleh - manfaatrokok.xyz

Halo sahabat selamat datang di website manfaatrokok.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Soal Simplifikasi Cukai Rokok, Kemenkeu Pro Industri Sendiri atau Asing?, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Lagi-lagi pemerintah melalui Kementerian Keuangan membuat kebijakan perihal peredaran rokok di Indonesia dengan alasan terbilang sangat rancu, boleh dikata tidak masuk akal dan cenderung dipaksakan. Masalah kesehatan tidak bisa dibuat alasan Kementerian Keuangan membuat kebijakan simplifikasi /penyederhanaan tarif cukai rokok. Alasan kesehatan tidak ada hubungannya sama sekali dengan Kementerian Keuangan. Yang ada hanyalah trik atau pengelabuan terhadap masyarakat, agar tidak ketahuan ada titipan asing dalam kebijakan simplifikasi cukai tersebut.

Jelas-jelas dalam kebijakan simplifikasi /penyederhanaan tarif cukai rokok yang sangat diuntungkan itu industri rokok asing, dan akan membunuh industri rokok nasional berupa kretek. Pastinya dalam kebijakan ini, industri rokok putih sangat mendukung. Karena selama ini cukai rokok putih lebih tinggi dibanding dengan cukai rokok kretek.

Tingginya cukai rokok putih sebenarnya satu kewajaran, dan itu masih tergolong masih baik hati, jika dibanding dengan perlakuan terhadap rokok kretek di negara asing. Kebijakan rokok kretek di negara asing, sangat menyakitkan, terjadi penghambatan dan pelarangan beredar dipasaran. Sedangkan sebelumnya, tiap tahun permintaan pasar kretek di negara asing selalu meningkat. Akhirnya muncullah kebijakan pelarangan peredaran rokok kretek disana.

Sangat aneh, saat ini di negara sendiri industri rokok kretek mau dimatikan secara perlahan dengan kebijakan simplifikasi /penyederhanaan tarif cukai rokok yang dibuat pemerintah sendiri melalui Kementerian Keuangan pro asing.

Lebih aneh lagi tujuan dan alasan yang dibuat untuk kebijakan simplifikasi /penyederhanaan tarif cukai rokok yang tercantum dalam PMK 77 tahun 2020, salah satunya agar dapat mengurangi ketergantungan dan konsumsi tembakau.
Kalau memang orang-orang Kementerian Keuangan punya jiwa nasionalis, patriotik dan sedikit cerdas pastinya mudah membuat kebijakan yang bertujuan mengurangi ketergantungan dan konsumsi tembakau di Indonesia dengan membuat kebijakan pelarangan beredarnya rokok putih. Kebijakan ini lebih konkrit bertujuan mengurangi ketergantungan dan konsumsi tembakau di Indonesia.

Kebijakan simplifikasi justru tidak ada tujuan mengurangi ketergantungan dan konsumsi tembakau. Hanya saja harga rokok disamakan entah rokok putih atau rokok kretek, yang awalnya beda. Jika kebijakan simplifikasi diberlakuan yang diuntungkan industri rokok asing dan sangat merugikan industri rokok nasional. Pelan tapi pasti industri rokok nasional akan bangkrut dan gulung tikar, terlebih industri rokok kretek skala kecil.
Rokok putih itu olahan tembakau tanpa cengkeh produksi asing, sedangkan rokok kretek itu olahan tembakau dan cengkeh industri nasional asli Indonesia. Penemunya putra bangsa bernama H. Jamhari asal Kudus, diprodusi massal putra bangsa hingga sekarang, karyawannya putra putri bangsa, bahan bakunya (tembakau dan cengkeh) dari pertanian bumi pertiwi yang dikelola putra bangsa.

Nah, jika kebijakan simplifikasi tetap dijalankan, justru akan memperparah perekonomian rakyat kecil saat pandemi ini. Terlebih para buruh dan petani tembakau dan cengkeh, buruh dan karyawan industri rokok kretek yang jumlahnya puluhan juta jiwa, pendapatannya terancam hilang. Kementerian Keuangan harus bertanggungjawab dan tanggungjawabnya akan lebih besar.

Lebih parah lagi, alasan yang diungkapkan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu, yang mengungkapkan alasan pembangunan sumberdaya manusia dengan menjamin kesehatan ibu hamil, kesehatan bayi, balita, anak sekolah, penurunan stunting, pendidikan dan lainnya. Hal ini sebagai alasan kebijakan bertujuan mengurangi ketergantungan dan konsumsi tembakau melalui kebijakan simplifikasi. Diadaptasi dari detikcom rilis Rabu 29/7/2020.

Lain itu Febrio mengungkapkan penyederhanaan tarif cukai/layer bertujuan agar tidak banyak peredaran rokok ilegal, kepatuhan meningkat, penyederhanaan sistem administrasi dan optimalisasi penerimaan negara.

Alasan Febrio yang pertama berhubungan dengan SDM dan kesehatan, terkesan sengaja dibuat-buat dan dipaksakan. Persoalan kesehatan tidak ada hubungannya sama sekali dengan kebijakan penyederhanaan layer. Apakah Febrio atau Kementerian Keuangan dengan kebijakan simplifikasi menjamin SDM dan kesehatan masyarakat meningkat?. Tentu tidak, yang ada hanya akan memperparah kondisi masyarakat pinggiran.

Alasan Febrio kedua, memperlihatkan bukti kegagalan kinerja Kementerian Keuangan selama ini. Ternyata Kementerian Keuangan tidak mampu mengurus sistem administrasi penerimaan negara dari pungutan cukai, hingga memilih untuk disederhanakan yang ujungnya berpihak pada industri asing.

Dengan demikian kebijakan penyederhanaan tarif cukai/layer bukan solutif, kebijakan ini justru akan menyengsarakan bangsa Indonesia, menyengsarakan puluhan juta masyarakat pertembakauan, kibijakan yang menjajah bangsa Indonesia model baru. Kibijakan yang hanya mengadopsi dan menerima kepentingan asing.

Itulah tadi informasi mengenai Soal Simplifikasi Cukai Rokok, Kemenkeu Pro Industri Sendiri atau Asing? dan sekianlah artikel dari kami manfaatrokok.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Comments

Popular posts from this blog

XPLORE CACAO, SKM FULL FLAVOR PERTAMA DI INDONESIA DENGAN CACAO (30%) CIGARETTE PAPER DARI KT&G

Selamat malam,
Sudah sekitar hampir satu bulan saya tidak menulis pada blog tercinta kali ini. Banyak waktu yang sudah terlewatkan sejauh ini, namun saya berusaha mengejar ketertinggalan itu dengan sebaik mungkin. Meskipun memang Dunia saat ini sedang mengalami pandemik COVID-19, hal ini tentunya tidak membuat admin menyerah dalam menjalani hidup. Salah satu hal yang bisa dilakukan ialah menulis, dan ini merupakan hobi yang cukup menyenangkan.
Review kali ini ialah rokok yang sejatinya baru saja diluncurkan sekitar awal Juni ini. Peluncuran rokok ini dilakukan sekitar tanggal 2 Juni 2020, di saat pandemik COVID-19 masih mewabah. Saya agak heran secara pribadi ketika KT&G Indonesia pada akhirnya bisa meluncurkan terobosan terkini pada kategori yang minim inovasi ini, mengingat banyak pabrik rokok menunda sementara peluncuran produk terbarunya. 
Rokok ini kita namakan sebagai Xplore Cacao, mengingat kemungkinan besar masih banyak varian Xplore yang akan diluncurkan kembali oleh KT&…

Prof. Dr. Sutiman Bicara Tembakau, Sebagai Obat atau Racun? oleh - manfaatrokok.xyz

Halo sahabat selamat datang di website manfaatrokok.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Prof. Dr. Sutiman Bicara Tembakau, Sebagai Obat atau Racun? oleh - manfaatrokok.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membacaSelama ini banyak perdebatan yang terjadi tentang daun tembakau apakah racun atau obat. Pada kesempatan kali ini coba dihadirkan pendapat Prof. Dr. Sutiman B. Sumitro, Guru Besar Biologi Sel Universitas Brawijaya Malang. Menurutnya, obat dan racun adalah dua sisi mata uang. Punya arah beda bahkan berlawanan namun sejalan. Setiap obat sesungguhnya memiliki sifat racun. Setiap racun memiliki potensi sebagai obat.
Ć¢€œDengan demikian pendaya-manfaatan bahan obat dan racun tergantung kecukupan pengetahuan kemanusiaannyaĆ¢€.
Sains yang dikembangkan dengan cara bernalar dan kebenaran dibuktikan melalui fakta berupa data hasil pengamatan empiris dan bersifat inderawi. Kegiatan memahami obyek alam meliputi pengenal…

ESSE CHANGE JUICY, SKM LTLN SUPERSLIMS PERTAMA DENGAN TROPIZ FRUIT SENSATION (MANGOSTEEN FLAVOR TIPPED DAN MANGOMINT CAPSULE)

Selamat sore,
Sudah lama saya tidak membuka dan menuliskan blog ini, dikarenakan terkait dengan masalah pribadi yang saya alami beberapa bulan terakhir. Adapun untuk Anda yang menanyakan kapan saya mereview Dunhill International Lights dan Menthol, tunggu saja hingga rentetan review produk SKM selesai terlebih dahulu. Harap maklum. Hal ini dikarenakan kondisi mood saya yang kurang stabil beberapa bulan lalu, sehingga saya tidak ada mood untuk menulis. 
Review yang saya akan buat kali ini ialah Esse Change Juicy, dimana Esse Change Juicy ini merupakan produk pertama dari KT&G yang menggabungkan dua jenis sensasi buah dalam satu batang rokok. Untuk rasa buah sendiri yang ada pada rokok ini, terdiri dari dua jenis buah. Yakni Manggis atau Mangosteen yang terletak pada bagian tipping, dan Mangga atau Mango (dalam bentuk Mangomint Capsule). Esse Change Juicy ini mungkin merupakan sebuah terobosan yang sekiranya sesuai dengan konteks segmentasi pasar dari produk Esse SKM sendiri, yakni…